• 15

    Nov

    Adabul Ikhtilaf : Etika Berbeda Pendapat

    Ahmad Gibson al-Bustomi “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah “. (Al Ahzab : 21) Difference is one of existential feature or characteristic oh creture, specially man kind. The characteritic wich substantially differ bitween the creature as an finite formed with God, The One and The Only. Berbeda dan adanya perbedaan merupakan salah satu ciri eksistensial dari makhluk, secara spesifik manusia. Karakteristik yang secara substansial membedakan antara makhluk sebagai wujud yang berbilang dengan Allah Yang Maha Esa. Masyarakat manusia hidup dan menjalani kehidupannya berdasarkan azas perbedaan itu. Interaksi sosial antar sesama ma
  • 24

    Aug

    air

    apa sebetulnya yang aku tunggu di sinikalau bukan karena setetes air?dari gunung tertinggi bahkan jauh di angkasahingga di laut terdalamku temukan air di sana,tapi aku harus pula mencarinya.
  • 24

    Aug

    pelangi

    titik hujan, menggantung di daun terakhir pelangi mengambang di angkasa sejumlah warna, satu cahaya di manakah batas-batasnya?
  • 5

    Aug

    Bila Harus Menulis

    Menulis tak lain dari berbicara pada diri sendiri, atau paling tidak seperti berbicara pada diri sendiri. Tapi kenyataannya betapa sulit itu dilakukan. Bila kita mengeja diri membaca rasa, apakah kesulitan itu karena sang aku tidak pernah atau tidak biasa berbicara dengan/pada diri sendiri? Sedemikian asing dan tidak akrabkan sang aku dengan diri sendiri? sehingga berbica dan bertegur sapa pun jarang dilakukan. Lalu, kalau kita berniat tuk berbicara dengan diri sendiri, apa yang harus kita ceritakan? Seperti pada teman, sahabat akrab; mungkinkah kita berbagi cerita t...
  • 5

    Jul

    UN-Phobia: Represi Psikologis dalam Ujian Nasional

    Ahmad Gibson al-Bustomi Konon, persoalan ini muncul terutama sejak EBTANAS digantikan oleh UAN/UN. Selama diberlakukan UN/UAN terjadi perubahan-perubahan peraturan yang semakin lama semakin memberatkan siswa dan menambah ketegangan dan sikap prustasi di kalangan siswa. Mulai dari batas nilai minimal kelulusan (passing-grade) dan rata-rata nilai kelulusan yang semakin tinggi, penambahan mata pelajaran yang diujikan dalam UN dan proses serta mekanisme perbaikan serta ujian persamaan yang harus ditempuh oleh siswa yang tidak lulus UN. Terdapat paling tidak dua sikap yang muncul dalam situasi...
  • 8

    Apr

    SPIRITULISME AGAMA: Penyelamat Masa Depan Manusia dan kemanusiaan

    Drs. Ahmad Gibson Al-Bustomi, M.Ag Will Durant, dalam bukunya The Lessons of History, seperti dikutip Murthada Mutahari dalam Perspektif al-Quran tentangManusia dan Agama[1], mengatakan bahwa agama memiliki seratus jiwa, yang tidak akan pernah mengalami kematian kalau pun telah dibunuh berurang kali. Bila kita menggunakan logika horizontal (bukan vertikal), kita balikkan logika Will Duran ini. Agama bukannya memliki ratusan jiwa, melainkan justru merupakan satu jiwa yang menempati ratusan bahkan ribuan jasad. Ketika ia dibunuh, jasadnyalah yang mati, sedangkan jiwanya akan muncul dalam jasad yang lain: jasad yang sama (identik) atau sama sekali berbeda. Agama-agama yang kini hadir dan masih hidup maupun yang telah mati dan akan segera hidup merupakan reinkarnasi dari jiwa agama yang pusa
  • 8

    Apr

    RAMADHAN: Menyibak Kabut Ilusi, Mengakrabi Rasa Takut

    I Rasa takut merupakan salah satu sifat umum yang dimiliki manusia, termasuk manusia beragama. Takut terhadap kenyataan kongkrit kehidupan manusia yang dihadapinya, yang tidak secara lengkap dipahaminya, rasa takut terhadap siksa Api Neraka, yang mungkin dideritanya di akhirat kelak. Kadang rasa takut itu muncul di luar kadar yang wajar, sehingga manusia berlaku kalap. Rasa takut terhadap kenyataan kongkrit kehidupan semakin tumbuh subur ketika tingkat persaingan hidup semakin meningkat. Berbagai gejala kelainan psikologis dan penyimpangan sosial pun muncul ke permukaan. Kesemuanya itu terlahir dari rasa takut. Rasa takut pun telah melahirkan berkurang dan hilangnya kepercayaan pada orang lain, bahkan tidak jarang kehilangan kepercayaan kepada diri sendiri. KKN (kolusi, korupsi dan nepot
  • 8

    Apr

    SPIRITULITAS-AGAMA: Transformasi Tradisi Inividual ke Komunal

    Drs. Ahmad Gibson Al-Bustomi, M.Ag Will Durant, dalam bukunya The Lessons of History, seperti dikutip Murthada Mutahari dalam Perspektif al-Qur’an tentangManusia dan Agama[1], mengatakan bahwa agama memiliki seratus jiwa, yang tidak akan pernah mengalami kematian kalau pun telah dibunuh berurang kali. Bila kita menggunakan logika horizontal (bukan vertikal), kita balikkan logika Will Duran ini. Agama bukannya memliki ratusan jiwa, melainkan justru merupakan satu jiwa yang menempati ratusan bahkan ribuan jasad. Ketika ia dibunuh, jasadnyalah yang mati, sedangkan jiwanya akan muncul dalam jasad yang lain: jasad yang sama (identik) atau sama sekali berbeda. Agama-agama yang kini hadir dan masih h
  • 8

    Apr

    Solilokui

    Tidak sedikit orang dengan keberanian yang tidak lumrah mampu menghadapi ancaman maut. Tidak pula sedikit orang yang secara sadar mampu memaksakan diri dan memberanikan diri untuk tampil di gelanggang persaingan hidup, resiko urusan belakangan. berhasil atau tidak, lain soal. Tapi hanya segelintir orang yang memiliki keberanian untuk sekedar bertatap muka dengan buku, apalagi bergaul dengannya. Menatap, menjamah dan bergaul intim dengannya. Dan, kalau pun dengan terpaksa ia harus melakukan itu, salah satunya (anda atau buku) akan menjadi korban. Korban pemerkosaan. Keringat dingin tanpa terasa membasahi dahi dan punggung, bila kita dipaksa untuk bergaul initim atau sekedar bertatap muka dan berbasa-basi dengan buku. Teror ! itu yang aku rasakan. Dan, setelah selesai bertatap muka dan berb
  • 8

    Apr

    RAHMAT DARI PERBEDAAN: Test Case Kedewasaan Beragama

    Pada tahun ini, terjadi perbedaan dalam penetapan 1 Syawal pada masyarakat Islam di Indoneisa. Akan tetapi, kejadian serupa bukan satu atau dua kali terjadi, yang disebabkan perbedaan penggunaan cara antara yang mendahulukan hisab dan rukyat. Sulit untuk menentukan mana yang (paling) benar, karena pada akhirnya tidak bisa dipersalahkan, sebab penilaian terhadap kedua cara tersebut pada akhirnya akan sampai pada kesimpulan yang berbeda juga. Yang paling penting dikedepankan adalah sikap saling menghargai, menghormati dan memaklumi setiap perberdaan. Umat Islam di Indonesia, dikenal sebagai umat Islam terbesar di Dunia, maka wajar kalau Indonesia menjadi “sarang” bagi lahirnya perbedaan. Hal demikian seharusnya menjadi permakluman semua orang, Umat Islam. Karena, bukankah cara a
- Next

Author

Follow Me